by

Di Duga Program KotaKu Di Bulogading Syarat Krusial, Kantor Balaikota Kembali di Geruduk KAM

-NASIONAL-87 views

Jurnalcrime.com. —  Sehubungan adanya aksi lanjutan yang dilakukan oleh Koalisi Aktivis Makassar yang digelar di depan Kantor BalaiKota Makassar Kamis, (03/10/2019)

Pasalnya diduga adanya proyek pekerjaan seperti Drainase , Plat Penutup, TPS,SR dan IPAL yang sementara berlangsung dikeejakan, dimana proyek tersebut berlokasi di Kampung Bambu Kuning kekurahan Bulogading Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar.

Jendral Lapangan aksi Adhie Kansas mengatakan, “Kegiatan tersebut adalah program KotaKu yang terdiri dari 2 Paket dimana total anggaran kurang lebih 1 milyar.

“Tentunya kami selaku Lembaga Kontrol Pemerintah akan senantiasa memantau mengawasi proses pekerjaan tersebut.” ujar Adhie

Hal yang paling krusial bagi kami adalah dalam aksi tersebut pihak Balaikota berdalih bahwa tidak ada perwakilan yang bisa menemui teman-teman, tetapi akan dismpaikan ke Humas Kantor Balaikota untuk di tindak lanjuti. Ucapnya lagi

Lebih lanjut Adhie, adapun beberapa temuan kami adalah  Persoalan lahan (Lokasi Pekerjaan) yang masih bersengketa jangan sampai anggaran ini sia-sia apabila di eksekusi pihak pengadilan karena cepat atau lambat tanah akan mencari tuannya.

“Disinyalir kuat dugaan penentuan lokasi proyek Kotaku terkesan dipaksakan tanpa mempertimbangkan hal-hal yang dapat merugikan negara dikemudian hari termasuk status lahan yang menjadi lokasi proyek.” bebernya

Dia juga menduga bahwa pemerintah setempat, dalam hal ini Lurah Bulogading dan Faskel Kotaku melakukan konspirasi jahat yang di tenggarai mengarah pada kerugian Negara.

Adapun tuntutan Koalisi Aktivis Makassar dengan membentangkan spanduk Mendesak PJ Walikota Makassar untuk turun ke tempat pembangunan meninjau ulang karena diduga pembangunan ini terkesan dipaksakan apalagi lokasi pembangunan adalah tanah sengketa.

Mendesak Pj walikota memanggil Kepala lurah Bulogading dan pihak kotaku karena diduga terjadi konspirasi untuk menguntungkan diri sendiri.

 

(wsn/Jc).

News Feed